BCCT
One of the best private Elementary School in Balikpapan
BCCT atau Metoda Sentra merupakan model pembelajaran yang menekankan pengalaman belajar melalui bermain, bereksperimen, dan aktivitas terstruktur. Konsep ini dikembangkan oleh Pamela C. Phelps dari Amerika Serikat dan diadaptasi di Indonesia dengan memasukkan nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits. Dalam praktiknya, siswa belajar melalui berbagai sentra kegiatan yang diawali dengan duduk melingkar untuk berinteraksi, berbagi, dan membangun keterampilan sosial serta akademik secara alami.
Di SD Intis School, penerapan BCCT dilakukan secara terpadu dengan mengembangkan aspek akademik, spiritual, dan karakter. Guru tidak hanya berfokus pada pencapaian kognitif, tetapi juga menanamkan 18 sikap karakter, mengembangkan 10 kecerdasan majemuk (Multiple Intelligences) dan 7 keterampilan esensial (Essential Skills). Pembelajaran dirancang agar setiap anak tumbuh secara holistik, aktif, dan memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta berakhlak baik sesuai ajaran Islam.
PIJAKAN
Pelaksanaan pembelajaran metode Sentra di SD Intis School dilakukan melalui empat pijakan utama yang tersusun secara terstruktur. Setiap tahapan dirancang untuk menumbuhkan kemandirian, tanggung jawab, dan refleksi diri siswa selama proses belajar.
PIJAKAN LINGKUNGAN
Sebelum kegiatan dimulai, guru menyiapkan ruang, alat, dan bahan belajar dengan rapi agar siswa dapat langsung bekerja dan bereksplorasi dengan nyaman.
PIJAKAN AWAL
Kelas dimulai dengan duduk melingkar, berdoa, menyapa, dan mereview kegiatan sebelumnya. Guru membahas satu atau dua sikap dari 18 sikap karakter, mengaitkan materi akademik dengan nilai Al-Qur’an, serta menjelaskan aturan belajar dan pembagian kelompok.
Pijakan Individu saat Main/Belajar
Saat kegiatan berlangsung, guru berkeliling mendampingi siswa, mengalirkan materi dan konsep, serta memantau perkembangan kemampuan dan sikap siswa. Setiap anak diarahkan untuk menghasilkan karya yang akan dipajang atau diperlihatkan kepada orang tua sebagai bentuk hasil belajar.
PIJAKAN AKHIR
Setelah kegiatan selesai, siswa dan guru kembali duduk melingkar untuk refleksi. Siswa mempresentasikan hasil karyanya, sementara guru menambahkan pemahaman dan mengaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ditutup dengan doa dan pengarahan untuk persiapan belajar berikutnya.
